Thursday, February 25, 2021

Empat Sifat Nabi Dalam Mengelolah Bisnis

Empat Sifat Nabi Dalam Mengelolah Bisnis
Empat Sifat Nabi Dalam Mengelolah Bisnis

Empat Sifat Nabi Dalam Mengelolah Bisnis

            Ada empat hal yang menjadi key success factors (KSF) dalam mengelolah suatu bisnis, agar mendapat celupan nilai-nilai moral yang tinggi. Untuk memudahkan mengingat, kita singkat dengan SAFT, yaitu :

  1. Shiddik (benar dan jujur)
  2. Amanah (terpercaya, kredibel)
  3. Fathanah (cerdas)
  4. Thabligh (komunikatif)

            Keempat SKF ini “shiddiq, amhanah, dan thablig” merupakan sifat-sifat Nabi Muhammad Saw. Yang suda sangat dikenal dikalangan ulama, tapi masi jarang diimplementasikan khususnya dalam dunia bisnis.

 

Shiddiq

            Shiddik adalah sifat Nabi Muhammad Saw., artinya “benar dan jujur”. Jika seorang   pemimpin, ia senantiasa berperilaku benar dan jujur dalam sepanjang kepemimpinannya. Benar dalam mengambil keputusan-keputusan dalam perusahaan yang bersifat strategis, menyangkut visi/misi, dalam menyusun objektif dan sasaran serta evektif dan efisien dalam implementasi dan operasionalnya dilapangan. Sebagai pemimpin perusahaan, ia selalu jujur, baik kepada company (pemegang saham), cultomer (nasabah), competitor (pesaing), maupun kepada people  (karyawan sendiri),  sehingga bisnis ini benar-benar berjalan dengan prinsip-prinsip kebenaran dan kejujuran..

            Jika ia seorang pemasar, sifat shiddiq (banar dan jujur) haruslah menjiwai seluruh perilakunya dalam melakukan pemasaran, dalam berhubungan dengan pelanggan, dalam bertransaksi dengan nasabah, dan dalam membuat perjanjian dengan mitra bisnisnya. Ia senantiasa mengedepankan kebenaran informasi yang diberikan dan jujur dalam menjelaskan keunggulan produk-produk yang dimiliki. Sekiranya dalam produk yang dipasarkan terdapat kelemahan atau cacat, maka ia menyampaikan secara jujur kelemahan atau cacat dalam produknnya kepada calon pembeli. Inilah bisnis syari’ah yang diwarnai oleh sifat shiddiq nya Nabi Muhammad Saw., sebagaimana beliau juga mencontohkan hal yang sama ketika melakukan perdagangan yang suda banyak  dibahas didepan.

            Rasulullah  Saw. Adalah mahkluk Allah yang paling sempurna dalam hal kejujuran. Pada awal kerasulannya Muhammad Saw. Perna bertanya sekalian beliau kukatakan bahwa dibalik bukit ini mereka, “Ya, engkau tidak perna disangsikan. Belum perna kami melihat engkau berdusta”.

            Jawaban orang Quraisy itu disampaikan secara spontan karena yang bertanya adalah Muhammad ibn Abdullah. Sosok yang selama ini mereka gelari dengan al-amin  ini, karena gelar al-amin ini keluar dari mulut orang-orang Quraisy. Padahal, sejarah pencatat  bahea peradaban Quarisy saat itu dan jazirah arab umumnya berada ditengah peradaban jahiliah. Sebuah peradaban yang sudah tidak bias lagi membedakan antara yang hak (benar) dan (batil) salah. Namun kejujuran Muhammad  ibn Abdullah tidak luntur oleh peradaban disekelilingnya. Justru orang-orang yang hidup diperadaban jahiliah itu (Quraisy) secara suka rela memberikan penghargaan kepada kejujuran Muhammad dengan menggelarinya al-amin.

            Sikap jujur berarti selalu melandaskan ucapan, keyakinan, serta  perbuatan berdasarkan ajaran Islam. Tidak ada kontradiksi dan pertentangan yang disengaja antara ucapan dan perbuatan. Oleh karena itulah, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa memiliki sifat shiddiq dan juga dianjurkan untuk menciptakan lingkunan yang shiddiq. Sebagaimana firman Allah Swt., “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS Al-Taubat [9]: 119).

            Selain itu dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. Bersabda, “Hendaklah kalian jujur (benar) karena kejujuran mengantarkan kepada kebaikan. Dan kebaikan akan mengantarkan kedalam surga. Seseorang yang selalu berusaha untuk jujur akan dicatat oleh Allah sebagai orang jujur. Dan jauhilah skalian oleh kamu sekalian dusta (kidzib), karena dusta itu akan mengantarkan kepada kejahatan. Dan kejahatan akan mengantarkan kedalam neraka seseorang yang selalu berdusta akan dicatat oleh Allah sebagai pendusta (HR Al-Bukhari).

            Alangkah indahnya jika kita bias menjalankan bisnis dengan sifat shiddiq dan memengaruhi lingkungan bisnis kita dengan sifat siddiq. Kekotoran, kezaliman, kemunafikan, penipuan, dan keserakahan akan lenyap dengan menghidupkan sifat-sifat shiddiq di benak semua pelaku bisnis.

            Dalam dunia bisnis, kejujuran bias juga ditampilkan dalam bentuk kesungguhan dan ketepatan (mujahadah dan itqan), baik ketepatan waktu, janji, pelayanan, pelaporan, mengakui kelemahan dan kekurangan (tidak ditutup-tutupi) yang kemudian diperbaiki secara terus-menerus, serta menjauhkan diri dari berbuat bohong dan menipu (baik kepada diri sendiri, teman sejawat, perusahaan maupun mitra kerja). Tarmasuk memberikan informasi  yang penuh kebohongan adalah iklan-iklan di media tulis dan elektronik. Bisnis yang dipenuhi kebohongan dan manipulasi seperti ini insyah Allah tdk akan mendapat rahmat dan barokah dari Allah Swt.

            Akan tetapi, perlu menjadi catatan pula bagi para profesional  bisnis syari’ah bahwa berbekal kejujuran saja dalam menjalankan suatu bisnis tuntu tidaklah cukup. Sekirahnya bekal kejujuran saja cukup menjadi syarat bagi seseorang untuk ditunjuk menjadi pemimpin, maka Abu Dzar Al-Ghifari (sahabat Nabi Muhammad Saw yang paling jujur) pasti telah mendapat amanat untuk pemimpin pemerintahan dari Nabi Muhammad Saw.

            Ibn Taimiyyah mengatakan, sesungguhnya Abu Dzar r.a. adalah sahabat yang paling saleh dalam hal amanat dan kejujuran (daripada Khalid ibn Wahid), tetapi Rasulullah Saw. Sendiri bersabda kepadanya, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya aku melihat dirimu itu lemah, dan sesungguhnya aku mencintai untuk kamu atas sesuatu yang kamu mencintainya untuk diriku : janganlah kamu memerintah dua orang dan menjadi wali bagi harta anak yatim!” (HR Muslim)

            Padahal sebuah kesaksian mengatakan, “sesungguhnya tidak terdapat dikolong langit dan di atas bumi orang yang paling jujur perkataannya melebihi Abu Dzar”.

Amanah

             Amanah artinya adapat “dipercaya “, bertanggung jawab dan kredibel , dan amanah bisa juga bermakna keinginan untuk memenuhi sesuatu sesuai dengan ketentuan.diantara nilai-nilai yang terkait dengan kejujuran dan melengkapinya adalah amanah. Ia juga merupakan salah satu moral keimanan. Seorang pebisnis haruslah memiliki sifat amanah karena allah menyebutkan sifat orang-orang mukmin yang beruntung adalah yang dapat memelihara amanat yang diberikan kepadanya. Allah SWT. Berfirman ,” dan orang –orang yang memelihara amanat-amanat dan janji-janjinya “(QS Al–Mu’Minun [23] :8 ).

         Konsekuensi amanah adalah mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya ,baik sedikit ataupun banyak, tidak mengambil lebih banyak dari pada yang ia miliki, dan tidak mengurangi hak orang lain, baik itu berupa hasil penjualan ,fee, jasa atau upah buruh.

        Amanah juga memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan padanya.amanah dapat ditampilkan dalam keterbukaan, kejujuran, dan pelayanan yang optimal kepada nasabah. Allah SWT .berfirman, “ sesungguhnya allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya ,dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.sesungguhnya allah maha melihat lagi maha mendengar “.( QS AL –NISSA [4]: 58.

         Rasulullah Saw .bersabda, “bahawa amanah akan menarik rezeki dan sebaliknya khianat akan mengakibatkan kekafiran”. (HR Al – Dailami ).

         Sifat amanah ini akan membentuk kredibilitas yang tinggi dan sikap penuh tanggung jawab pada setiap individu muslim. Kumpulan individu dengan kredibilitas yang tinggi akan melahirkan masyarakat yang kuat ,karena dilandasi oleh saling percaya antara anggotanya.sifat amanah memainkan peranan yang fundamental dalam ekonomi dan bisnis, karena tanpa kredibilitas dan tanggung  jawab ,kehidupan ekonomi dan bisnis akan hancur.

          Dalam praktik  perdagangan yang islami , dikenal adanya istilah “ perdagangan atas dasar amanah“.dalam akad –akad tijarah yang menggunakan prinsip mudharabah,murabahah,syirkah,dan wakalah, diperlukan komitmen semua pihak atas amanah yang diberikan kepadanya. Adanya salah satu pihak yang khianat atas amanah yang dipercayakan kepadanya bisa mengakibatkan pembatalan akad perjanjian. Misalnya, pihak pengelola ternyata menggunakan dana tersebut untuk memperkaya diri sendiri,atau untuk bisnis yang diharamkan allah Swt. Karena itu, rasulullah Saw. Mengatakan, “allah azza wa jalla berfirman : “ aku adalah pihak ketiga dari kedua belah pihak yang berserikat selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati temannya. Jika salah satu dari keduanya telah mengkhianati temannya , aku berlepas diri dari keduanya “. ( HR Abu Dawud ).

   Dalam riwayat lain disebutkan , “ tangan allah menyertai kedua orang berserikat selama salah satu dari keduanya tidak mengkhianati yang lain. Apabila dari salah satu keduanya telah mengkhianati temannya, dia mengangkat kembali tangan- Nya dari keduanya “. ( HR Al- Duruqhutni ).

     Integritas seseorang akan terbentuk dari sejauh mana orang tersebut dapat memelihara amanah yang diberikan kepadanya. Pebisnis yang baik adalah yang mampu memelihara integritasnya ,dan integritas yang terpelihara akan menimbulkan kepercayaan (trust ) bagi nasabah, mitra bisnis,bahkan semua stakeholder dalam suatu bisnis.dari sinilah, bisnis yang didasarkan dengan nuansa syariah akan bangkit, sepanjang sifat-sifat nabi muhammad Saw .tadi menjadi jiwa dari perilaku bisnisnya.

Fathanah

    Fathanahdapat diartikan sebagai intelektual, ‘kecerdikan atau kebijaksanaan ‘. Pemimpin perusahaan yang  fathanah artinya pemimpin yang memahami,mengerti dan menghayati secara mendalam segala hal yang menjadi tugas  dan kewajibannya.

    Sifat fathanahdapat dipandang sebagai strategi hidup setiap muslim, karena untuk mencapai sang pencipta, seorang muslim harus mengoptimalkan segala potensi yang diberikan olehnya. Potensi paling berharga dan termahal yang hanya diberikan pada manusia adalah akal ( intelektualitas ). Karena itu ,allah dalam Al-Quran selalu menyindir orang-orang yang menolak seruan untuk kembali (tobat) kepadanya dengan kalimat “Apakah kamu tidak berpikir ? Apakah kamu tidak menggunakan akalmu ? allah menciptakan siang dan malam, menjadikan gunung-gunung ,tanaman-tanaman yang berbeda sebagai tanda kebesaran-Nya bagi kaum yang berpikir. “Allah Swt .berfirman , “dan dialah tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya.dan menjadikan padanya  semua buah-buahan berpasang-pasangan. Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran allah) bagi kaum yang memikirkan “(QS Al –Ra’d [13] : 3 ).

     Salah satu  ciri orang yang paling bertakwa adalah orang paling mampu mengoptimalkan potensi pikirnya. Dalam Al-Quran, orang yang senantiasa mengoptimalkan potensi pikirnya biasa disebut ulu al-albab, yaitu orang yang iman dan ilmunya berinteraksi secara seimbang (Dynamic Equilibrium ).

    Allah Swt. bahkan Memberikan peringatan keras kepada orang –orang  yang tidak menggunakan akalnya, “dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin allah ; dan allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang  yang tidak mempergunakan akalnya.’’ (QS Yunus [10] : 100 ).

    Dalam bisnis, implikasi ekonomi sifat fathanah adalah bahwa segala aktivitas dalam manajemen suatu perusahaan harus dengan kecerdasan, dengan mengoptimalkan semua potensi akal yang ada untuk mencapai tujuan. Memiliki sifat jujur, benar, dan bertangguang jawab tidak cukup dalam mengelola bisnis secara profesional. Para pelaku bisnis syariah juga harus memiliki sifat fathanah , yaitu sifat cerdas, cerdik, dan bijaksana agar usahanya labih efektif dan efisien serta mampu mengalisis situasi persaingan (competitive setting ) dan perubahan-perubahan (change) di masa yang akan datang.

     Kecerdasan yang dimaksudkan disini adalah juga kecerdasan spiritual seperti yang dikatakan,Ary Ginanjar dalam bukunya yang sangat terkenal dan laris, yaitu : “ kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap  setiap perilaku kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia seutuhnya ( hanif ) ,dan memiliki pola pemikiran tauhid (Inte-gralistik ), serta berprinsip hanya  karena allah.’’

     Sifat fathanahjuga ini juga akan menumbuhkan kreaktivitas dan kemampuan untuk melakukan berbagai macam inovasi yang bermanfaat. Kreaktif dan inovatif hanya mungkin dimiliki ketika seorang selalu berusaha untuk menambah berbagai ilmu pengetahuan dan informasi, baik yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun perusahaan secara umum. Sifat  fathanah(perpaduan antara ‘Alim dan hafidz ).Telah mengantarkan Nabi Yusuf a.s .dan tim ekonominya berhasil membangun kembali negeri mesir .” berkata Yusuf , ‘ jadikanlah aku bendaharawan negara (mesir).sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan “ ( QS Yusuf [12]:55 ). Dia lalu diberi jabatan sebagai menteri keuangan mesir. Dengan tim ekonominya, dia  kemudian kembali membangun mesir yang sudah dijurang kehancuran karena krisis ekonomi , kembali bangkit menjadi negara yang surplus dan makmur.

       Sifat fathana pulalah seperti yang diriwayatkan Imam Al Bukhari yang mengantarkan Nabi Muhammad Saw .( sebelum menjadi nabi ) mendapat keberhasilan dalam  kegiatan perdagangan. Kita mesti mampu mengadopsi sifat ini jika ingin menjadi seorang pebisnis yang sukses di masa depan, terutama dalam menghadapi situasi persaingan ( Competitive Setting) yang bukan hanya rumit (Complicated) dan canggih (Sophisticated ), tetapi bahkan kadang-kadang menghadapi situasi yang kacau (Chaos ) . kita juga harus mempunyai kecerdasan memprediksi situasi persaingan global kedepan dengan kemajuan dengan teknologi komunikasi yang demikian pesat, yanh sudah tidak mengenal batas garis wilayah dan teritorial suatu negara.

      Saat ini kita dapat berkomunokasi dan melakukan transaksi bisnis ke mancanegara hanya melalui perangkat komputer di dalam kamar tidur kita ; tanpa harus kekantor , bertemu klien secara langsung atau malah meninjau perusahaan klien yang ada di negara tertentu. Di sini sifat fathanah kita perlu optimalkan.

Tabliq

Sifat tabliq hartinya komunitatif dan argumentatif .

Orang yang memiliki sifat tabliqh,akan menyampaikan dengan benar (berbobot) dandengan tutur kata yang tepat (bi Al-hikmah) jika merupakan seorang pemimpin dalam dunia bisnis, ia haruslah menjadi seseorang yang mampu mengkomunikasikan visi dan misinya dengan benar kepada karyawan dan stakeholder  lainya .

  Jika seorang pemasar ,ia harus menyampaikan keunggulan-keunggulan produknya dengan jujur dan tidak harus berbohong dan tidak menipu pelanggan. Diaharus menjadi komunikator yang baik dan bias berbicara benar dan bi Al- hikmah (bijaksana dan tepat sasaran) kepada mitra bisnisnya. Kalimat-kalimat yang keluar dari ucapannya “terasa berat’’ dan berbobot. Al-Qur’an menyebutnya dengan istilah qaulansadidun (pembicaraan yang benar dan berbobot). Allah berfirman “Hai orang-orang yang beriman ,bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (qaulansadidun) ,nisca ya allah akan memeperbaiki bagimu amal-amalmu  -dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah danRasul-Nya,maka sesunggunya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar”(Qs Al-ahzab[33]:7071).

Dalam ayat lain disebutkan “oleh karena itu ,hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar (qaulansadidan)”(Qs Al-nisa[4]:9)

Picthall, seorang ahli komunikasi menerjemahkn kata-kata qaulqnsadi dan dengan dua cara.

Pada surah al-ahzabayat 70-71, ia menerjemehkan dengan speak words straight to the point (bicaralah langsung kepada pokok persoalanya),tetapi pada surah Al-nisaayat 29,ia menerjemakannya dengan speak justly ( bicaralah yang benar). Keduanya menyampaikan makna yang tepat untuk kata sadidan ,demikian pendapat jalaludin rakhmat.

Orang yang mendapat hidaya dari Allah Swt. Memiliki  pembicaraan yang ”benar”, berbobot , dan benar  (qaulansadidan).Mereka biasanya  adalah orang-orang yang ibadanya baik, ahlaknya baik ,tidak pernah meninggalkan tahajud, dan dalam bermuamalah pun selalu terpelihara dari bisnis yang transaksinya terlarang.

Alangkah mulianya jika dalam mengelola bisnis kita memiliki pemimpin, karyawan , atau pemasar  yang  bisa di percayaan karena kesalehan dan kejujurannya yang di cintai karna kepribadian dan kecerdasannya ,sehingga bias menjadi panutan bagi siapa saja yang berinteraksi denganya. Kata-katanya selalu menjadi rujukan dan di dengarkan karna mengundang kebenaran dan memiliki makna yang dalam. Antisipasinya jauh kedepan menjangkau masa yang akan dilalui suatu bisnis.

Lebih dari itu, seorang pembisnis islami selain harus memiliki gagasan-gagasan segar, juga harus mampu mengomunikasika ngagasan-gagasannya secara tepat dan mudah di pahai oleh siapapun yang mendengarkan . Dalam bahasa AlQuran disebut dengan bi al-hikma. Allah Swt, berfirman ‘’serulah (manusia) kepada jalanTuhanmu dengan  hikma (bi al hikma) dan pelajaran yang baik , bantah mereka dengan cara yang baik, sesungguhnyaTuahnmu yang lebih mengetauhi tentanng siapa yang tersesat dari jalan –Nya dialah yang maha mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk  “(Qs Al –Nahl[16:125]).

Disini juga tersirat makna bahwa selain harus bi al- hikma dan penyampaian yang baik, seorang pemimpin juga harus mampu berargumentasi, berdialog, dan berdiskusi dengan baik. Karena itu, kami menganggap sifat tabliq hini merupakan salah satu key success factors dalam mengolola bisnis di masa depan.

Sifat tabliqh dengan bahasanya yang bi al-hikma, artinya berbicara dengan orang lain dengan sesuatu yang mudah dipahaminya dan diterima oleh akalnya, bukan berbicara sesuatu yang sulit di mengerti .Ali R.A.  pernah mengatakan ,” Ajaklah manusia berbicara dengan sesuatu yang mereka pahami, dan tinggalkan apa yang ( tidak mereka mengerti) .Apakah kamu ingin Allah dan Rasul-Nya di dustakan ?

Termasuk dalam kategori bi al-hikmah adalah berdiskusi melakukan presentasi bisnis dengan orang lain dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga orang tersebut mudah memahami pesan bisnis yang ingin kita sampaikan. Allah berfirman , ”kami tidak mengutus seorang –seorang Rasul pun ,melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya dia dapat member penjelasan dengan terang kepada mereka ”(Qs Ibrahim[14];4).

Pengertianya kini bukan sekedar bahwa orang-orang Cina hendaknya diajak bicara dengan bahasa Cina atau orang-orang Rusia harus menggunakan bahasa Rusia,  tetapi maksud yang lebih dalam dari pemahamanya kini adalah bahwa orang-orang berpendidikan diajak berbicara dengan  bahasa  yang lebih ilmiah,  orang-orang awam dengan bahasa yang lebih sederhana mudah di pahami, serta orang-orang bisnis dengan menggunakan bahasa bisnis.

Kita harus memahami budaya mitra bisnis kita, jika dia orang JawaTimur, pakailah gaya bahasa Timuran , yang terkeaan yang lebih bebas, akrab, tanpa harus menjaga tata karma dan tutur kata yang lembut seperti  ketika ketemirekan bisnis yang berasal dari Jawa Tengah, sekalipun mereka sama-sama orang jawa. Penyampaian  yang  benar telah disesuaikan dengan lawan bicara kita, niscaya akan menambah daya  saing  perusahaan.

Editor: Alber

Labels: , , , ,

Wednesday, August 26, 2020

Lelaki Hafiz Quran Diajak Zina Oleh Seorang Gadis Cantik

Lelaki Hafiz Quran Diajak Zina Oleh Seorang Gadis Cantik
Lelaki Hafiz Quran Diajak Zina Oleh Seorang Gadis Cantik

Lelaki Hafiz Quran Diajak Zina Oleh Seorang Gadis Cantik

Sahabat 1001-Kisah Islami -Kisah ini terjadi pada seorang pemuda di kota Jeddah beberapa tahun yang lalu. Dia seorang muadzin di sebuah masjid dan seorang hafiz Quran. Pemuda ini dikenal karena kepribadian dan akhlaqnya yang baik.

Pada suatu hari Jumat, sebelum matahari menyingsing setelah shalat Subuh, dia pergi ke rumah kakek-neneknya di sebuah desa dekat kotanya. Dia pergi bersama dengan teman-temannya dengan tujuan untuk membagi-bagikan kurma kepada fakir-miskin, dan juga membagikan buku-buku dan kaset-kaset dakwah disana. Setelah tugas mereka selesai, teman-temannya kembali pulang sementara dia tetap di rumah kakek-neneknya.

Baca Juga: Sawad Bin Ghaziyyah Ra – Sahabat Nabi Yang Tersenyum Ketika Kematian Menjemput

Ketika tiba waktunya tidur, pemuda ini ingin tidur di ruang tamu, tapi kakeknya menyuruhnya untuk tidur di ruang belakang sehingga tidurnya lebih nyenyak, dan dia bisa bangun untuk shalat Subuh. Pemuda ini pun pergi ke ruang di belakang rumah, menggelar matrasnya, berdzikir sejenak, lalu tidur. Di rumah itu juga bekerja seorang pembantu berparas cantik.

Saat lewat jam dua dini hari, si pemuda berkata, “Aku merasa pintu ruanganku terbuka dan tertutup beberapa kali, tapi aku tidak terlalu memperhatikannya. Kupikir aku sedang bermimpi dan belum sepenuhnya terbangun. Kemudian, tiba-tiba aku merasa ada orang yang berbaring di sampingku, memelukku, dan mulai menciumku dari belakang.” Jadi si pemuda langsung bangun dari kasurnya, mendorong gadis itu dengan tenaganya, dan menampar wajah gadis itu.

Baca Juga: Kisah Peringatan Rasulullah SAW Kepada UMAR RA

Secepat mungkin si pemuda langsung memakai pakaiannya, dan langsung bergegas keluar rumah menuju masjid. Dia sangat ketakutan dan terus duduk di masjid sambil menangis hingga adzan Subuh. Pagi pun datang menjelang, lalu pemuda ini pulang dan memberitahu kakeknya atas apa yang terjadi. Lalu kurang dari seminggu gadis pembantu itu dipecat.

Seseorang yang menceritakan kisah ini kepada saya berkata: “Kemudian aku melihat temanku (pemuda tersebut) jadi sering muram setelah kejadian ini, karena betapa besarnya situasi yang dialaminya, dan karena rasa takutnya yang besar kepada Allah. Aku bertanya padanya, dan terus-menerus bertanya, sampai dia memberitahuku tentang kisah ini dan menyuruhku berjanji agar tidak menceritakan ini pada siapapun.”

Orang yang mengisahkan ini berkata pada saya, “Demi Allah aku tidak menceritakannya kecuali karena ada hikmah dibaliknya. Aku menganggap dia sebagai salah seorang dari tujuh orang yang akan dinaungi Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu seorang pria yang diajak berzina wanita cantik dan berstatus tinggi, namun dia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut pada Allah!’”

Baca Juga: Kisah Seorang Perampok Taubat Dan Menjadi Ulama

Bayangkanlah apabila anda yang ada di posisinya dan menerima ujian ini. Bayangkanlah diri anda ada diuji seberat ini! Tidak ada yang melihat atau mendengar anda kecuali Dia yang Maha Melihat dan Mendengar.

Jadi apakah anda akan membuat-Nya menjadi saksi atas perbuatan dosa yang anda lakukan? Masya Allah! Dia menangis semalaman di masjid setelah berhasil menjaga keimanannya pada kejadian itu, sementara banyak orang lain yang tertawa dan menunggu-nunggu kesempatan seperti ini. Mereka tertawa, tetapi demi Allah, mereka akan menangis dan menyesali perbuatan mereka di akhirat nanti. Akhir kata, saya mendo’akan semoga Allah selalu menjaga anda!

Rewriter: Alber

Labels: ,

Wednesday, August 12, 2020

Jenazah Berubah Menjadi Babi Hutan

Jenazah Berubah Menjadi Babi Hutan
Jenazah Berubah Menjadi Babi Hutan

Jenazah Berubah Menjadi Babi Hutan

Seorang anak mendatangi Rasulullah sambil menangis. Peristiwa itu sangat mengharukan Rasulullah S.A.W yang sedang duduk bersama-sama sahabat yang lain.

“Mengapa engkau menangis wahai anakku?” tanya Rasulullah. “Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melawat. Aku tidak mempunyai kain kafan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?” Tanya anak itu.

Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu. Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah S.A.W.

Baca Juga: 

Maka datanglah sendiri Rasulullah S.A.W ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyembahyangkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa herannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan.

Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya.

“Ayahku tidak pernah mengerjakan solat selama hidupnya,” jawab anak itu. Kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, “Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat.”
=====================

Demikianlah semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin ya Robbal ‘Alamin….

Editor: Alber

Labels:

Tuesday, July 21, 2020

SURAT NABI KEPADA AL MUNDZIR BIN SAWA

SURAT NABI KEPADA AL MUNDZIR BIN SAWA
SURAT NABI KEPADA AL MUNDZIR BIN SAWA

SURAT NABI KEPADA AL MUNDZIR BIN SAWA

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menulis surat kepada Al-Mundzir bin Sawa, pemimpin Bahrain, berisi seruan agar dia masuk Islam. Beliau mengutus Al-Ala’ bin Hadharni untuk menghantarkannya.

Setelah menerima dan membaca surat beliau, Al-Mundzir menulis balasannya sebagai berikut:

“Amma ba’d. Wahai Rasulullah, saya sudah membaca surat tuan yang tertuju kepada rakyat Bahrain. Di antara mereka ada yang menyukai Islam dan kagum keapdanya lalu memeluknya, dan di antara mereka ada pula yang tidak menyukainya. Sementara di negeriku ada orang-orang Majusi dan Yahudi. Maka tulislah lagi surat kepadaku yang bisa menjelaskan urusan tuan.”

SURAT NABI KEPADA AL MUNDZIR BIN SAWA
SURAT NABI KEPADA AL MUNDZIR BIN SAWA

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menulis surat lagi:

“Bismillahirrahmanirrahim.
Dari Muhammad Rasul Allah kepada Al-Mundzir bin Sawa. Kesejahteraan bagi dirimu. Aku memuji bagimu kepada Allah yang tiada Illah selain-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, amma ba’d. Aku mengingatkanmu terhadap Allah Azza wa Jalla. Barangsiapa yang memberi nasihat kepada dirinya sendiri, dan siapa yang menaati utusan-utusanku dan mengikuti mereka, berarti dia telah menaatiku. Barang siapa memberi nasihat kepada mereka, berarti dia telah memberi nasihat karena aku.

Aku telah memberi syafaat kepadamu tentang kaummu. Biarkanlah orang-orang muslim karena mereka telah masuk Islam, kumaafkan orang-orang yang telah berbuat kesalahan dan terimalah mereka. Selagi engkau tetap berbuat baik, maka kami tidak akan menurunkanmu dari kekuasaanmu. Sapa yang ingin melindungi orang-orang Majusi atau Yahudi, maka dia harus membayar jizyah.”

Sumber: Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahma al-Mubarakfuri, Pustaka Al-Kautsar, Cetakan 2 2009

Editor: Alber

Labels: , ,

Wednesday, July 15, 2020

Dialog Bulan Ramadan Di Hadapan Allah

Dialog Bulan Ramadan Di Hadapan Allah
Dialog Bulan Ramadan Di Hadapan Allah

Dialog Bulan Ramadan Di Hadapan Allah

Di akhirat semua amal kebajikan boleh dilihat dan ditimbang. Amal kebajikan datang dengan rupa dan paras yang sangat elok seperti bulan purnama; sementara amal kejahatan kelihatan amat buruk dan busuk.

Ramadhan merupakan satu bulan di mana amalan puasa diwajibkan. Pada hari kiamat ia kelihatan amat cantik. Satu ketika Ramadhan datang ke hadrat Allah swt. memohon sesuatu recommedation bagi manusia yang berpuasa di bulan Ramadhan. Allah bertanya : Apa hajat kau ya Ramadhan?. Ramadhan meminta Allah memakaikan mahkota kepada setiap orang yang berpuasa di bulan ini. Allah lantas perkenankan dengan mengurniakan 1000 mahkota kepada setiap pengamal puasa di bulan Ramadhan. Di samping itu ada tambahan lain iaitu setiap orang diberikan syafaat untuk membebaskan 70,000 orang yang berdosa besar. Kemudian dikahwinkan setiap orang dengan 1000 bidadari yang rupawan. Setiap bidadari itu dilayan oleh 70000 dayang-dayang. Untuk kelengkapan menerawang di syurga mereka diberikan kenaikan BORAQ sebagai kapal terbang.

Dialog Bulan Ramadan Di Hadapan Allah
Dialog Bulan Ramadan Di Hadapan Allah

Ramadhan masih tegak tidak berganjak. Allah bertanya “Apa lagi kehendakmu ya Ramadhan?” Ramadhan meminta Allah menempatkan pengamal puasa Ramadhan supaya ditempatkan bersama Nabi di Syurga Firdaus. Allah memperkenankan hajatnya dengan tambahan setiap orang diberi 100 bandar daripada permata merah ya’qut. Setiap bandar pula dilengkapkan dengan 1000 mahligai. Betapa hebatnya pengurniaan Allah terhadap orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Moral & Iktibar

Setiap amal kebajikan akan memberi pertolongan kepada pengamalnya sama ada di dalam kubur atau di akhirat kelak Fadhilat Ramadhan amat banyak tidak terbatas. Amalan puasa diberikan balasan tanpa had.
Mengosongkan perut kerana mengharap keredhaan Allah adalah satu amalan yang terpuji.
Balasan bagi orang berpuasa di bulan Ramadhan atas hak Allah teristimewa dalam Lailatul-Qadr.
Orang berpuasa tinggal bersama nabi di Syurga Firdaus.
Mereka tinggal dalam kediaman yang tidak dapat digambarkan dengan mata kepala bersama bidadari dan kenaikan yang paling canggih.
Amat rugilah mereka yang tidak berpuasa dengan adab yang betul sepanjang Ramadhan ini.

Labels: , ,

Wednesday, July 8, 2020

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing
Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Kisah ini sangat menarik dan mengharukan untuk dibaca. Sebuah kisah khalifah dengan seorang penggembala kambing. Dari mulut si penggembala kambing keluar kata-kata yang membuat sang Khalifah lemas.

Begini kisahnya.

Pada suatu pagi yang cerah, Abdullah bin Dinar berjalan bersama khalifah Umar bin Khattab dari Madinah menuju Mekkah. Dan di tengah perjalanan, mereka berdua bertemu dengan anak gembala.

Rupanya, sang Khalifah ingin menguji si gembala tersebut.

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing
Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

“Wahai anak gembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu itu, “ujar khalifah.
“Aku hanya seeorang budak, “jawab si gembala.
“Kambingmu itu amat banyak, apakah majikanmu tahu?” kata khalifah membujuk.
“Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya, dan tidak tahu berapa yang lahir dan yang mati. Tidak pernah memeriksa dan menghitungnya, “kata anak gembala.

Khalifah terus membujuk, “kalau begitu meski hilang satu, majikanmu takkan tahu. Atau katakan saja pada tuanmu kalau anak kambing dimakan serigala.”
“Ini uangnya, ambil saja untukmu untuk membeli baju dan roti, “kata khalifah yang terus membujuk.

Di luar dugaan, anak gembala ini tetap saja tak bergeming dan mengabaikan uang yang disodorkan.

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing
Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Si gembala terdiam sejenak. Ditatapnya wajah Amirul Mukminin. Kemudian dari mulutnya keluar kata-kata yang menggetarkan hati Khalifah Umar.

“Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu dimanan Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa pasti Allah mengetahui siapa yang berdusta? “kata anak gembala.

Umar bin Khattab langsung gemetar mendengar ucapan si anak gembala. Rasa takut menjalari seluruh tubuhnya, persendian tulangnya terasa lemah saat itu.

Khalifah menangis mendengar kalimat tauhid yang mengingatkannya pada keagungan Allah SWT dan tanggungjawabnya di hadapan-Nya kelak kemudian hari.
.
Singkat cerita, akhirnya khalifah memerdekan budak mulia tersebut

Writing: Alber

Labels:

Wednesday, July 1, 2020

Umar Bin Kattab Contoh Pemimpin Tegas, Jujur, adil dan Penyayang Yang Harus Dicontoh

Umar Bin Kattab Contoh Pemimpin Tegas
Umar Bin Kattab Contoh Pemimpin Tegas
Sumber Gambar: aihanifah

Umar Bin Kattab Contoh Pemimpin Tegas, Jujur, adil dan Penyayang Yang Harus Dicontoh

Umar bin Khattab merupakan sahabat nabi Muhammad SAW. Ia menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar al-Shiddiq pada tahun 634-644 H. Nama lengkap beliau adalah Umar bin al-Khaţţāb bin Nufail bin ‘Abdul ‘Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin ‘Adi bin Ka’b bin Lu’ayi bin Fihr bin Malik.

Umar Bin Khatap dilahirkan di kota Mekkah dari suku bani ’Adi, yang merupakan salah satu rumpun suku Quraisy yang terbesar di kota Mekkah dan saat itu dinilai sebagai suku  mempunyai status strata sosial tinggi.

Meski demikian, ayah Umar Bin Khattap bukanlah termasuk kedalam bagian kaum the haves yang serba berkecukupan. Malahan sebaliknya, keadaan finansialnya yang pas-pasan, namun karena dia sang pemberani dan cerdas serta sangat dihormati dikalangan orang sekelilingnya.

Seorang pemimpin haruslah memiliki kemampuan memimpin (leadership skill), kompetensi yang tinggi (competence) dan visi yang jelas (clear vision). Namun, itu saja tidak cukup. Dalam Islam, pemimpin juga harus kuat iman dan takwanya, sehingga bisa menjadi teladan dan benar-benar bisa bekerja sebagai pelayan rakyat, bukan penikmat kekayaan rakyat.

Umar Bin Kattab Contoh Pemimpin Tegas
Umar Bin Kattab Contoh Pemimpin Tegas

Pemimpin Yang Baik
Bagi seorang pemimpin yang paling penting harus dimemiliki adalah kemampuan memimpin (leadership skill), kompetensi yang tinggi (competence) dan visi yang jelas (clear vision). Namun seorang pemimpin yang baik tidak hanya sampai disitu. Karena dalam ajaran Islam pemimpin juga harus seseorang yang memiliki iman dan takwan yang kuat, sehingga bisa menjadi teladan dan benar-benar bisa bekerja sebagai pelayan rakyat, bukan penikmat kekayaan rakyat.

Jika seorang pemimpin tidak tidak memiliki keimanan dan takwa yang kuat, maka ia akan berada dalam situasi tertekan oleh berbagai kepentingan. Pada saat yang sama rasa cinta terhadap kursi jabatan kian menguat, dan melupakan kewajiban ketika menjadi seorang pemimpin.

Umar Bin Khatap
Islam pada zaman Rasulullah dikuatkan oleh kehadiran Umar bin Khattab. Dimana ia merupakan sosok yang sangat ditakuti dan disegani di kalangan orang Arab. Sebelumnya sebelum  masuk islam Umar Bin Khattab adalah seorang yang sangat memusuhi Rasulullah dan bahkan pernah berniat ingin membunuh Rasulullah. Namun hidayah Allah lebih dahulu turun sebelum pedangnya dikeluarkan untuk membunuh Rasulullah.

Sifat dan ketegasan dari Umar Bin Khattab adalah sesuatu yang sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin dan karena  ketegasan dan sifatnya tersebutlah Rasulullah juga sangat memuji Umar. Sosok umar tidak hanya dihormati oleh manusia, para malaikat pun sangat menyeganinya. Bahkan jin dan setan pun juga takut kepadanya, jika Umar datang berjalan melewati Iblis maka Iblis akan lari dengan terbirit-birit.

Semua itu tentu dikarenakan keimanan yang ia miliki dan juga kedekatannya dengan yang maha pencipta. Mungkin pada saat sekarang ini bulum ada manusia yang dapat menyaingi ketegasan, kejujuran dan keadilan Umar Bin Khattab dalam memimpin.

Editor: Alber

Labels: , , , ,

Tuesday, June 16, 2020

Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi

Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi
Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi

Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat sore para pwmbaca sekalian. Sudah sebulan waktunya blog Kisah Teladan Islami ini untuk menambah jumlah postingan. Dan kali ini berjudul Sayap Malaikat Dipatahkan dan diasingkan di bumi karena kelalaiannya untuk tidak berdiri menyambut kedatangan kekasih Allah SWT.

Ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra. Mi’raj ke Sidratul Muntaha, terdapat satu malaikat yang enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW. Akibatnya ia dihukum, kedua sayapnya dipatahkan dan diasingkan di atas gunung. Seru dan menarik penuh hikmah untuk disimak ceritanya.

Kisahnya

Di dalam KitabMukasyafatul Qulub kaya Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammas dikisahkan tentang hukuman malaikat yang terbukti enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW.

Ketika itu tengah terjadi peristiwa Isar Mi’raj atau perjalanan Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat. Di saat itu Rasulullah SAW melintasi langit, terdapat 70 ribu malaikat di langit yang berbaris dan melayaninya. Mereka begitu hormat atas kedatangan Rasulullah SAW. Akan tetapi, ada satu malaikat yang enggan memberi hormat. Malaikat itu bahkan tidak berdiri saat Rasulullah SAW melintasi langit.

Maka Allah SWT kemudian menghukum malaikat tersebut dengan mematahkan kedua sayapnya. Tidak hanya itu saja, malaikat nakal itu juga diasingkan di bumi dan ditempatkan di atas sebuah gunung yang tinggi. Di tempat itu malaikat yang satu ini hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya.

Diasaingkan di Atas Gunung

Keberadaan malaikat yang dihukum tersebut diketahui oleh Rasulullah SAW saat mendapatkan laporan dari Malaikat Jibril as. Kepada beliau, Malaikat Jibril berkata,
“Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat ada seorang malaikat langit berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat 70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya, Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang ini kulihat malaikat itu berada di atas Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah dan sedang menangis.”

Malaikat Jibril lantas mengatakan bahwa suatu hari malaikat yang malang itu melihat kehadiran Malaikat Jibril. Sambil menangis, malaikat itu meminta pertolongan.
“Adakah engkau mau menolongku wahai Jibril?” tanya malaikat malang tersebut.
“Apa salahmu?” tanya Malaikat Jibril.
“Ketika aku berada di atas singgasana pada malan Israk Mikraj, lewatlah padaku Muhammad, kekasih Allah SWT. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menempatkanku di sini seperti yang engkau lihat,” jelas malaikat malang itu yang terus menerus menangis dan menyesali perbuatannya.

Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi
Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi

Mendapat Ampunan Allah SWT

Setelah menangkap penjelasan itu, Malaikat Jibril pun mencoba untuk memberikan pertolongan dengan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Maka Allah SWT berfirman,
“Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad SAW.”

Kemudian Malaikat Jibril menyampaikah hal itu kepada malaikat malang tersebut agar membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat malang tersebut langsung membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW hingga akhirnya Allah SWT memberikan ampunan kepadanya.

Allah SWT kemudian menumbuhkan kembali kedua sayapnya serta menempatkannya kembali di atas singgasananya.

Sebagai orang muslim, sudah seharusnya kita memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Selain sebagai bukti cinta kita kepada beliau, bacaan shalawat juga bernilai pahala serta memiliki banyak sekali keutamaan.

Bahkan dalam Al Qur’an, Allah SWT telah memerintahkan agar kita senantiasa membaca shalawat.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230].”

Penjelasan:
[1229] Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.
[1230] Dengan mengucapkan Perkataan seperti:Assalamu’alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi.

Itulah Kisah Malaikat di Kisah Telada Islami ini.
Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Editor: Alber

Labels: ,

Saturday, May 23, 2020

Kisah Seorang Ayah Dan Anak Yang Berebut Surga

Kisah Seorang Ayah Dan Anak Yang Berebut Surga
Kisah Seorang Ayah Dan Anak Yang Berebut Surga

Kisah Seorang Ayah Dan Anak Yang Berebut Surga

Tatkala Perang Badar tiba, sahabat yang mulia yang bernama Khutsaimah bin Harits mengadakan undian bersama putranya yang bernama Sa’ad untuk menentukan siapakah di antara keduanya yang akan keluar untuk jihad dan siapa yang tetap tinggal di rumah untuk menjaga para wanita.

Ternyata undian diraih oleh putranya Sa’ad, maka ayahnya berkata kepadanya: “Wahai anakku relakanlah hari ini agar ayah yang keluar untuk berjihad, biarkanlah engkau yang mengurusi para wanita“. Sa’ad berkata “Demi Alloh wahai ayahku seandainya saja bukan karena masalah syurga, niscaya akan aku berikan padamu (kesempatan ini), tetapi ini adalah syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, saya tidak akan memberikan bagianku kepada seorang pun“. Akhirnya Sa’ad keluar untuk Perang Badar dan gugur di dalamnya, sedangkan ayahnya pun selalu berharap setelah itu, sehingga beliau pun juga gugur dalam perang Uhud. Semoga Alloh meridhoi mereka semua.

Baca Juga: 7 Golongan Yang Mendapat Naungan di Hari Kiamat

( Sumber : Al–Ishobah Ibnu Hajar)

Mutiara Kisah :

1. Mengenal lebih dekat sahabat yang mulia Sa’ad bersama ayahandanya yang bernama Khutsaimah bin Harits.

2. Keutamaan Sa’ad dan ayahnya Khutsaimah

3. Keutamaan mati syahid

4. Tidak ada balasan bagi orang yang mati syahid kecuali syurga

5. Para sahabat mereka adalah orang yang berlomba-lomba diatas kebaikan

6. Kehidupan didunia adalah kehidupan yang sementara,negeri akhirat lebih baik dan lebih kekal.

7. Hendaknya antara orang tua dan anak berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan.

Sumber : Kisah-kisah Keteladanan, Kepahlawanan, Kejujuran, Kesabaran, Menggugah, serta Penuh dengan Hikmah dan Pelajaran Sepanjang Masa. Penerbit : Maktabah At-Thufail, Panciro-Gowa (Makassar-Sulsel).

Editor: Alber

Labels:

Thursday, November 29, 2018

Kisah Khansa Binti Amr RA

Kisah Khansa Binti Amr RA
Kisah Khansa Binti Amr RA

Kisah Khansa Binti Amr RA

Tumadhir binti Amr bin Harits, atau lebih dikenal dengan nama Khansa adalah seorang penyair wanita yang cukup terkenal pada masa jahiliah. Ketika Nabi SAW telah berada di Madinah, bersama beberapa orang kaumnya dari kabilah Bani Sulaim, ia datang menghadap beliau untuk memeluk Islam. Ia mempunyai empat orang anak lelaki yang kesemuanya ikut memeluk Islam, dan berhijrah untuk tinggal bersama Nabi SAW di Madinah.

Kemampuan Khansa melantunkan syair cukup dikagumi Rasulullah SAW. Ketika Adi bin Hatim memeluk Islam, ia mengatakan kepada Nabi SAW, bahwa penyair paling ulung adalah Amr al Qais, orang yang paling pemurah adalah Hatim bin Sa’d dan penunggang kuda paling pandai adalah Amr bin Ma’dikarib. Tetapi Nabi SAW bersabda, “Wahai Ibnu Hatim, bukan mereka!! Penyair paling ulung adalah Khansa binti Amr, orang yang paling pemurah adalah Muhammad (Rasulullah SAW), dan orang yang paling pandai menunggang kuda adalah Ali bin Abu Thalib..!”

Sungguh penghargaan yang sangat tinggi terhadap Khansa, karena beliau ‘mensejajarkan’ namanya dengan nama beliau sendiri dan Ali bin Abu Thalib.

Sejak keislamannya, Khansa tidak hanya bersemangat dalam melantunkan syair, tetapi ia terjun dalam beberapa medanpertempuran, baik ketika bersama Rasulullah SAW ataupun setelah beliau wafat. Dengan syair-syairnya, ia membangkitkan dan membakar semangat para sahabat untuk terus berjuang menegakkan kalimat-kalimat Allah. Terkadang ketika pasukan dilanda kelelahan dan kejenuhan, ia juga melantunkan syair-syairnya sehingga mereka kembali segar dan bersemangat

Ketika terjadi perang Qadisiyah pada tahun 16 H, pada masa khalifah Umar bin Khaththab, Khansa memotivasi anak-anaknya untuk turut serta dalam perang tersebut. Keahliannya bersyair digunakannya untuk mempengaruhidan memberikan semangat jihad pada mereka. Diingatkannya tentang kemuliaan berjuang di jalan Allah, keteguhan ayah dan paman-pamannya dalam membela agama Allah. Sampai akhirnya ia berkata, “Jika besok kalian bangun dalam keadaan sehat, berjihadlah kalian dengan penuh keberanian dan dengan mengharap pertolongan Allah. Majulah dengan semangat juang yang tinggi, dan masuklah dalam pertempuran, lawanlah para pemimpin orang-orang kafir itu, insya Allah kalian akan masuk surga dengan penuh kemuliaan dan kehormatan.”

Ucapan-ucapannya tersebut dirangkaikannya dalam sebuah rangkaian syair yang sangat indah, dan amat membekas di hati putra-putranya sehingga semangat mereka begitu menggelora untuk segera terjun dalam pertempuran tersebut. Keesokan harinya, mereka berempat berjuang dengan perkasa melawan pasukan Persia. Mereka bertempur sambil membaca syair-syair ibunya, sampai akhirnya satu persatu mereka menemui syahidnya.

Ketika berita ini disampaikan kepada Khansa, sang ibu yang kehilangan empat putranya tersebut sama sekali tidak bersedih, justru ia bersyukur dan berkata, “Alhamdulillah, Segala Pujian hanya kepada Allah, yang telah memuliakan aku, dengan menjadikan anak-anakku sebagai syuhada’. Semoga dengan syahidnya mereka, dosa-dosaku akan diampuni oleh Allah, dan aku berharap dengan rahmat-Nya, agar bisa dikumpulkan dengan mereka di surga-Nya.”Setelah hidup menyendiri, Khansa tetap mengabdikan dirinya membakar semangat kaum muslimin dengan syair-syairnya. Umar sangat menghargai dan selalu memberi santunan kepada Khansa, sebagaimana dahulu Rasulullah SAW melakukannya. Tidak lama setelah Utsman bin Affan menggantikan Umar, Khansa wafat di sebuah perkampungan Badui, yakni pada tahun 24 H.

Editor: Alber

Labels:

Tuesday, July 21, 2015

Kisah Rasulullah Dicekik dan Dilempari Kotoran Binatang

Kisah Rasulullah Dicekik dan Dilempari

Kisah Rasulullah Dicekik dan Dilempari

Mari kita pelajari sifat dan kisah Rasulullah, Rasulullah bukan sosok pemarah. Banyak yang mencoba mengejek, menyakiti dan melukai, tapi Rasulullah tidak menanggapi dengan api amarah. Rasulullah kadang malah membalas dengan kasih berlebih.

Begitu pun ketika si Badui kurang ajar itu mengasarinya.Rasulullah tengah berjalan bersama Anas bin Malik, ketika tiba-tiba Arab Badui itu menarik selendang Najran di kalungan lehernya.

Begitu kerasnya tarikan si Badui, Nabi pun tercekik. Anas, seperti tercatat dalam Shahih al-Bukhari, sempat melihat bekas guratan di leher Nabi.

“Hai Muhammad, beri aku sebagian harta yang kau miliki!” teriak si Badui, masih dengan posisi selendang mencekik Rasul.
Apakah Nabi marah dengan sikap si Badui yang mirip preman Tanah Abang ini: berbuat kasar untuk minta ‘jatah’? Hati Nabi terlalu sejuk untuk sekadar diampiri letikan rasa gusar.

Tidak, Nabi justru tersenyum, dan bilang ke Anas, “Berikanlah sesuatu.”
Itu masih belum seberapa. Nabi bahkan pernah ‘dihadiahi’ kotoran hewan, pada punggung, di saat Nabi sedang sujud dalam shalat. Abdullah bin Mas’ud jadi saksi, yang kemudian direkam pula dalam Shahih al-Bukhari.

Ibnu Mas’ud melihat Nabi tengah bersembahyang di dekat Ka’bah, dan pada saat yang sama Abu Jahl dan gerombolannya duduk-duduk tak jauh dari situ.

“Siapa mau membawa kotoran-kotoran kambing, yang disembelih kemarin, untuk ditaruh di atas punggung Muhammad, begitu dia sujud?”

Abu Jahl berseru pada punakawannya. Satu dari mereka, yang tak lain adalah Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, al-Walid bin Utbah, Umayyah bin Khalaf, serta Uqbah bin Abi Mu’ith, itu bergerak mengambil kotoran. Mereka tunggu hingga Nabi sampai pada sujud.

Dan benar, sampai ketika Nabi sujud, ditaruhlah kotoran itu di antara dua bahu Nabi. Abu Jahl, punggawa Quraisy yang selalu berupaya menghancurkan Nabi itu, dan gerombolannya menyaksikan dengan tawa keras. Nabi tetap dalam sujud hingga Fatimah az-Zahra membersihkan sembari meneteskan air mata. Tapi Nabi bukan sosok pemarah, bukan pendendam.

Nabi tidak memerintahkan Sahabat-Sahabat untuk membalas balik perlakuan Abu Jahl Cs. Beliau hanya berdoa, “Allahumma alaika bi Quraisy, alaika bi Quraisy, alaika bi Quraisy.” Ya Allah, binasakan mereka, bangsa Quraisy yang pongah itu.
Semoga kisah di atas menjadi contoh bagi kita. Amin.

Editor: Alber

Labels: , ,

Thursday, August 7, 2014

Kisah Manusia Penghuni Langit

Kisah Manusia Penghuni Langit
Kisah Manusia Penghuni Langit

Kisah Manusia Penghuni Langit

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat malam sahabat,
Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ada seseorang yang akan menjadi penghuni langit. Siapakah beliau yang memiliki keistimewaan tersebut.

Karena begitu taat dan rasa sayangnya kepada ibundanya, laki-laki yang satu ini divonis oleh Utusan Allah SWT sebagai penghuni langitu sehingga banyak para sahabat yang meminta didoakan olehnya.

 

Kisahnya

Dialah Uwais Al Qarni.
Beliau adalah seorang pemuda miskin yang tinggal di Yaman bersama ibunya yang sudah tua renta, lumpuh dan buta. Uwais tinggal dengan ibunya karena beliau tidak mempunyai lagi ahli keluarga. Beliau senantiasa merwat ibunya dengan penuh ketulusan dan kasih sayang serta mematuhi seluruh perintah ibunya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, beliau bekerja menggembala kambing dan unta milik orang lain serta mendapatkan upah dari pekerjaan tersebut. Walaupun upah yang diterimanya hanya cukup untuk kebutuhan dirinya dan ibunya, namun ia tetap sabar dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang dianugrahkan kepadanya.

Apabila beliau mendapatkan upah yang berlebih, ia tak lupa untuk berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu.

Merawat Ibunya

Uwais juga dikenal sebagai sosok yang ahli ibadah.
Dia selalu berpuasa di siang hari dan pada malam harinya ia selalu bermunajat kepada Allah SWT untuk memohon petunjuk dan beristighfar. Meski demikian, pemuda yang hidup semasa dengan Rasulullah SAW ini memiliki kecintaan yang sangat luar biasa kepada Rasulullah.

Ia selalu merasa bersedih hati jika mendengar orang-orang yang bercerita tentang pertemuan mereka dengan Baginda Rasul, karena memang dia belum pernah berjumpa sekalipun dengan Nabinya tersebut.

Rasa rindu Uwais untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW semakin lama semakin dalam. Beliau ingin sekali memandang wajah Rasulullah SAW dari dekat serta ingin mendengar suaranya. Namun, kecintaannya kepada ibunya juga sangat luar biasa, ia merasa tidak tega untuk meninggalkan ibunyaq untuk bertemu dengan Nabi.

Di luar dugaan, si Ibu yang sebenarnya mengetahui cintanya kepada Baginda Nabi, tiba-tiba saja angkat bicara.
“Wahai Uwais anak ibu, Pergilah engkau menemui Rasulullah SAW di rumahnya. Setelah berjumpa, segeralah engkau pulang,” kata Ibu Uwais.

Mendengar pernyataan ibunya tersebut, Uwais merasa sangat gembira luar biasa dan ia pun segera berkemas, mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Madinah menemui Rasulullah SAW. Namun, ia tak lupa menyiapkan segala keperluan ibunya selama ia pergi ke Madinah. Ia selalu berpesan kepada orang-orang terdekatnya agar menjenguk ibunya sepeninggal Uwais ke Madinah.

Menemui Rasulullah SAW

Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Uwais pun akhirnya tiba di Madinah dan ia pun langsung menuju rumah Rasulullah SAW.
Selepas mengucapkan salam, pintu rumah Nabi pun terbuka, namun yang beliau temui hanya Aisyah, sedangkan Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di medan perang.

Uwais pun langsung merasa kecewa karena ia ingin segera bertemu Nabi dan segera pulang sebagaiman pesan ibunya.
Akhirnya ia pun memilih untuk segera pulang dan menitipkan pesan untuk Nabi kepada Aisyah.

Setelah perang usai, Rasulullah SAW kembali pulang ke Madinah dan ia langsung bertanya kepada Aisyah mengenai orang yang mencari beliau.
Belum sempat Aisyah menjawab, Nabi pun bersabda,
“Uwais anak yang taat kepada ibunya, dia adalah penghuni langit.”
Aisyah pun sangat kaget dengan penuturan Nabi, karena Rasulullah rupanya sudah mengetahui siapa tamu yang ingin bertemu dengannya jauh-jauh hari.

Para sahabat tertegun, kemudian Nabi Muhammad SAW meneruskan keterangannya mengenai Uwais yang menjadi salah satu orang yang menghuni langit kepada orang orang-orang yang hadir di situ.
Baginda Nabi bersabda,
“Jika kamu ingin erjumpa dengan dia, perhatikanlah dia memiliki tanda puith di telapak tangannya.”

Nabi juga berpesan kepada para sahabat,
“Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mohonlah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Selepas Rasulullah SAW wafat, Umar dan Ali ra akhirnya bisa berjumpa dengan Uwais. Kemudia mereka berdua memohon doa dan istighfar dari Uwais. Umar juga berjanji untuk menyumbangkan uang dari Baitul Mal kepada Uwais.
Namun dengan bijaksana Uwais berkata,
“Hamba mohon, supaya hari ini saja hamba diketahui oleh orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui oleh orang lagi.”

Apakah Uwais adalah seorang Malaikat?
Ataukah beliau adalah Malaikat yang menyamar menjadi manusia untuk merawat seorang Ibu?
Apakah Uwais memang hanya manusia biasa?
Wallahu A’lam.

Karena Sabda Nabi, pasti benar adanya.
Uwais bukan orang bumi, dia penghuni langit. Selain itu, pertemuannya dengan Umar dan Ali juga menjadi tanya tanya besar karena pertemuan mereka disuruh untuk merahasikan dan Uwais tidak ingin dilihat orang setelah itu.
Subahanallah….

Semoga kisah sahabat Uwais ini bisa menjadi cambuk buat kita semua agar senantiasa berbakti kepada ibu, ibu yang melahirkan kita dengan susah payah.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Editor: Alber

Labels:

Thursday, July 31, 2014

Kisah Cincin Nabi Sulaiman as Hilang

Kisah Cincin Nabi Sulaiman as Hilang
Kisah Cincin Nabi Sulaiman as Hilang

Kisah Cincin Nabi Sulaiman as Hilang

Walaupun Baginda Nabi Sualiman as hebat dan pintar, namun Beliau juga pernah digoda oleh setan atau Iblis.

Dikisahakan oleh Wahab bin Munabbib.

Nabi Sulaiman as ini selalu mengenakan cincin di jarinya dan tidak pernah dilepas baik pada siang ataupun malam, kecuali kalau beliau akan masuk ke kamar kecil barulah cincin itu dilepasnya.

 

Kisahnya

Pada suatu hari nabi Sulaiman as akan pergi ke kamar kecil, maka cincin tersebut dititipkan kepada bawahan yang dipercayainya. Di atas cincin itu tertulis nama Allah SWT.

Ketika Nabi Sulaiman as berada di kamar kecil itulah setan datang dan mendekati bawahannya yang membawa cincin.

Rupa dan bentuk setan itu sama persis dengan Nabi Sulaiman as. Sang ajudan pun tidak ragu sedikitpun, lalu diserahkannya cincin itu kepada setan yang menjelma menjadi Nabi Sulaiman as tersebut.

Setelah itu, setan itu memakai cincin itu di jari manisnya.

Setan kemudian menghadap para hulu balang dan duduk dengan tenangnya di atas singgasana kerajaan Nabi Sulaiman as.

Saat itu pula maka datanglah semua anggota kerajaan baik yang dari golongan jin maupun manusia, para burung dan binatang lainnya.

Mereka semua mengira bahwa yang duduk di singgasana itu adalah Nabi Sulaiman as yang asli.

Ketika Nabi Sulaiman as keluar dari kamar kecil, ia meminta cincin dari anak buahnya tadi, dan betapa kagetnya si anak buah karena cincin tadi telah diberikan kepada Sang Raja.

Si anak buah dengan wajah agak heran, lalu bertanya kepada Sang Raja,

“Wahai Sang Raja, siapakah Anda ini?”

“Aku adalah Rajamu wahai pengawalku.”

“Ampun paduka, bukankah Tuanku tadi telah meminta cincin tersebut lalu segera pergi keluar dan duduk di singgasana kerajaan..?”

Ditolak Penduduk Sekitar

Namanya juga NABI…

Benar saja, Nabi Sulaiman as telah mengetahui bahwa sesungguhnya setanlah yang telah menipu para pengawalnya.

Nabi Sulaiman as akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan istana menuju tempat yang sepi, yaitu di hutan.

Dalam perjalanannya yang jauh itu, kadang-kadang beliau terpaksa meminta makanan kepada penduduk sekitar.

Orang-orang kampung bertanya,

“Wahai Saudara, siapakah Anda ini?”

“Aku adalah Sulaiman bin Dawud,” jawab Nabi Sulaiman as.

“Kami tidak percaya. Kalau engkau adalah Sulaiman bin Dawud, pastilah engkau memakai cincin yang bertuliskan Allah SWT,” sergah salah seorang penduduk.

Orang-orang penduduk sekitar tidak percaya sama sekali dengan pernyataan Nabi Sulaiman as.

Akhirnya Nabi Sulaiman melanjutkan perjalanan lagi, mengembara selama 40 hari 40 malam dengan menanggung rasa lapar yang amat sangat dan pakaian yang compang-camping, lagi kepalanya terbuka.

Beliau datang ke pesisir pantai dan berteman dengan para nelayan yang mencari ikan di laut.

Dibantu Anak Buahnya yang Alim

Pada suatu hari, Ashif bin Barkhaya (seseorang yang diberi ilmu oleh Allah SWT, yang juga anak buah Nabi Sulaiman) berkata kepada kaum Bani Israil, bahwa cincin Nabi Sulaiman as telah diambil alih oleh setan, lalu Nabi Sulaiman as pergi.

Ketika setan sedang sedang duduk di singgasana kerajaan, Ashif menolak dengan tegas bahwa dia bukanlah Nabi Sulaiman as.

Maka setan itu pun akhirnya lari dan membuang cincin itu ke tengah laut dan dimakan ikan.

Dari situlah Allah SWT mengarahkan Nabi-Nya ke tempat para nelayan dengan tujuan agar Nabi Sulaiman as memburu ikan yang menelan cincinnya itu.

Atas perintah Allah SWT, ikan itu merapat ke pinggir dan berhasil ditangkat oleh Nabi Sulaiman as.

Setelah itu, perut ikan itu dibedah dan ditemukan sebuah cincin yang beliau cari.

Setelah cincin diambil dan dipakai, Nabi Sulaiman as langsung sujud syukur kepada Allah SWT.

Nabi Sulaiman as akhirnya dapat memimpin kerajaannya kembali seperti sedia kala.

Allah SWT berfirman,

 

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَى كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ

Artinya:
“Dan Sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.”
(QS. As-Shaad: 34).

Editor: Alber

Labels: , ,

Tuesday, July 29, 2014

Kisah Si Pembunuh 100 Orang Taubatnya Diterima

Kisah Si Pembunuh 100 Orang Taubatnya Diterima
Kisah Si Pembunuh 100 Orang Taubatnya Diterima
Kisah Si Pembunuh 100 Orang

Kisah Si Pembunuh 100 Orang Taubatnya Diterima

Assalamu’alaikum wr. wb. sahabat…

Kisah ini sudah sangat terkenal, namun belum dipublish di blog Kisah Teladan Islami.
Bagaimana Kisahnya…

 

Berikut Kisahnya

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dikisahkan bahwa dahulu ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang.
Lelaki ini telah berlumuran darah, jari jemarinya, pakaiannya, tangan dan pedangnya semuanya basah oleh darah.

Lelaki pelaku kejahatan ini telah melumuri dirinya dengan darah jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya serta mencabut nyawa mereka.
Sesudah dirinya berlumuran dengan kejahatan dan dosa besar ini, dia menyadari kesalahannya.

Maka keluarlah ia dengan pakaian yang berlumuran darah, sedang pedangnya masih meneteskan darah segar dan jari jemarinya belepotan darah juga.
Ia datang bagaikan seorang yang mabuk, gelisah, ketakutan seraya bertanya-tanya kepada semua orang,
“Apakah aku masih bisa diampuni?”

Orang-orang berkata,
“Kami akan menunjukkanmu kepada seorang rahib yang tinggal di kuilnya, maka sebaiknya kamu pergi ke sana dan tanyakanlah kepadanya apakah dirimu masih bisa diampuni.”

Dia menyadari bahwa tiada yang dapat memberi fatwa dalam masalah ini, kecuali hanya orang-orang yang ahli dalam hukum Allah.
Ia pun pergi ke sana, ke tempat rahib itu, seorang ahli ibadah dari kalangan kaum Bani Israil.

Pertemuan Dengan Rahib

Dia pergi melangkah dengan langkah yang cepat dengan penuh penyesalan karena dosa-dosa yang telah dilakukannya.
Lalu ia mengetuk pintu kuil si rahib tersebut.

Lelaki pembunuh itu masuk dan ternyata pakaiannya masih berlumuran darah segar, membuat si rahib kaget bukan kepalang.
Si rahib berkata,
“Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu.”
Si pembunuh bertanya,
“Wahai rahib ahli ibadah, aku telah membunuh 99 orang, maka masih adakah jalan bagiku untuk bertobat?”
Si rahib spontan menjawab,
“Tiada taubat bagimu.”

Akhirnya si pembunuh ini putus asa memandang kehidupan ini.
Di matanya, dunia ini terasa gelap, kehendak dan tekadnya melemah, dan keindahan yang terlihat di matanya menjadi buruk.

Si pembunuh ini akhirnya mengangkat pedangnya dan membunuh rahib itu sebagai balasan yang setimpal untuknya guna menggenapkan 100 orang manusia yang telah dibunuhnya.

Selanjutnya ia keluar menemui orang-orang guna menanyakan lagi kepada mereka, bukan karena alasan apa, melainkan karena jiwanya sangat menginginkan untuk taubat dan kembali ke jalan Tuhannya serta menghadap kepada-Nya.

Ia bertanya kepada mereka,
“Masih adakah jalan untuk bertaubat bagiku?”
Mereka menjawab,
“Kami akan menunjukkanmu kepada Fulan bin Fulan, seorang ulama, bukan seorang rahib, yang ahli tentang hukum Tuhan.”

Pertemuan Dengan Orang Alim

Setelah pembunuh itu ditunjukkan ke tempat seorang alim, akhirnya si pembunuh itu pergi menemui orang alim itu yang pada saat itu berada di majelisnya sedang mengajari generasi dan mendidik umat.

Orang alim itu pun tersenyum menyambut kedatangannya.
Begitu melihatnya, ia langsung menyambutnya dengan hangat dan mendudukkan di sebelahnya setelah memeluk dan menghormatinya.

Ia bertanya,
“Apakah keperluanmu datang kemari?”
Ia menjawab,
“Aku telah membunuh 100 orang yang terpelihara darahnya, maka masih adakah jalan taubat bagiku?”

Orang alim itu balik bertanya,
“Lalu siapakah yang menghalang-halangi antara kamu dengan taubat dan siapakah yang mencegahmu dari melakukan taubat?
Pintu Allah terbuka lebar bagimu, maka bergembiralah dengan ampunan, bergembiralah dengan perkenan dari-Nya, dan bergembiralah dengan taubat yang mulus.”

Si pembunuh berkata,
“Aku mau bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.”
Orang alim berkata,
“Aku memohon kepada Allah semoga Dia menerima taubatmu.”

Selanjutnya orang alim itu berkata kepadanya,
Sesungguhnya engkau tinggal di kampung yang jahat, karena sebagian kampung dan sebagian kota itu adakalanya memberikan pengaruh untuk berbuat kedurhakaan dan kejahatan bagi para penghuninya.

Barang siapa yang lemah imannya di tempat seperti itu, maka ia akan mudah berbuat durhaka dan akan terasa ringanlah baginya semua dosa, serta menggampangkannya untuk melakukan tindakan menentang Tuhannya, sehingga akhirnya ia terjerumus ke dalam kegelapan lembah dan jurang kesesatan.

Akan tetapi, apabila suatu masyarakat yang di dalamnya ditegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, maka akan tertutuplah semua pintu kejahatan bagi para hamba.

Oleh karena itu, keluarlah kamu dari kampung yang jahat itu menuju ke kampung yang baik.
Gantikanlah tempat tinggalmu yang lalu dengan kampung yang baik dan bergaullah kamu dengan para pemuda yang shalih yang akan menolong dan membantumu untuk bertaubat.

Singkat cerita, akhirnya sang pembunuh meninggalkan kampung itu dan pergi ke tempat yang ditunjuk oleh orang alim terakhir sambil menangis dan menangis menyesali semua perbuatnnya. Dari satu kampung ke kampung lain telah dilewatinya dan semakin dekat denga tempat yang dituju. Belum sampai pada tempat yang dituju, sang pembunuh ini meninggal di tengah perjalanan.

Apakah taubatnya diterima Allah SWT?

Saat itu turunlah 2 orang malaikat yang memperebutkan sang pembunuh, yang seorang berkeyakinan untuk menceburkannya ke dalam neraka dan seorang lagi berkeyakinan untuk memasukkannya ke dalam surga.
Karena perebutan terjadi, maka mengadulah kedua malikat itu kepada Allah SWT.

Allah SWT memberikan perintah untuk mengukur jarak antara kampung maksiat dengan tempat yang dituju.
Setelah diukur, ternyata sang pembunuh sudah mendekati jarak dengan kampung orang alim (tempat yang ditujunya).
Maka surgalah tempat orang itu berada.

Subhanallah…
Sungguh besar sekali pengampunan Allah SWT kepada hambanya. Tak terkirakan dosa yang dilakukan manusia, Allah SWT tetap memberikan ampunan selama orang tersebut mau bertobat dengan taubatan nasuha.

Begituah sahabat, kisah Seorang Pembunuh yang telah membunuh sebanyak 100 orang.
Semoga bermanfaat…
(Maaf kepanjangan ceritanya, dan mengetiknya juga capek sahabat).

Editor: Alber

Labels:

Sunday, July 27, 2014

Khuzaifah Bin Yaman Tulus Cintanya Kepada Rasulullah (Habis)

Khuzaifah Bin Yaman Tulus Cintanya Kepada Rasulullah
Khuzaifah Bin Yaman Tulus Cintanya Kepada Rasulullah

Khuzaifah Bin Yaman Tulus Cintanya Kepada Rasulullah

Abu Sufyan berkata; “Silahkan tiap orang mengenali siapa orang yang disampingnya.” Waktu itu Abu Sufyan adalah orang yang menentang Rasulullah dan gembong kelompok orang musyrik. Beliau lah orang pertama yang bertanya siapa yang disampingnya. Misinya berhasil. Dirinya merasa tenang hingga pasukan Abu Sufyan itu berpencar. Tapi beliau tidak membunuh Abu Sufyan mengikut perintah Rasulullah.

Ketika perang Nahawan, beliau adalah wakil utama an-Nu’man bin Muqrin dan orang yang mengambil bendera umat Islam ketika an-Nu’man terbunuh. Hingga akhirnya perang itu dimenangkan oleh umat Islam pada tahun 22 Hijriah. Selama hidupnya beliau pernah mentaklukan Dinawar, Mahsandan, Hamzan dan Ray (kota-kota besar di Persia). Beliau memilih Kuffah untuk dijadikan kota baru bagi umat Islam di negeri Persia (Iran) dan Irak. Diantara usaha dan sumbangan beliau dalam rangka tegaknya ajaran Islam adalah usulan untuk menyatukan umat dengan satu mushaf setelah mereka saling bercerai-berai.

Pada tahun 36 Hijriah, beliau merasakan sakitnya begitu berat. Sebagian para sahabat menjengguk beliau di tengah malam. Beliau bertanya; “Pukul berapa sekarang?”

mereka menjawab; “Mendekati subuh.”

Beliau berkata; “Aku berlindung kepada Allah dari waktu subuh yang mengantarkan diriku ke neraka. Aku berlindung kepada Allah dari waktu subuh yang mengantarkan diriku ke neraka..” Setelah itu beliau bertanya lagi; “Apakah kalian membawa kain kafan?”

Mereka menjawab; “Iya.” Beliau berkata; “Jangan kalian terlalu bermewah-mewah dengan kain kaffan. Sekiranya ada kebaikan dariku di sisi Allah niscaya akan diganti dengan yang lebih baik. Sekiranya tidak ada kebaikan dariku niscaya akan terambil dariku…

Kemudian setelah itu beliau berdo’a “Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku lebih senang hidup miskin daripada kaya, aku lebih senang kesederhanaan daripada kehormatan dan kematian daripada kehidupan.” Hingga ruhnya diambil oleh malaikat. “Selamat datang kematian, seorang yang mencinta datang dengankerinduan, tidak akan bahagia orang yang menyesal. Itulah akhir hayatnya.

Selama berjuang bersama Rasulullah, beliau telah meriwayatkan kurang lebih 225 hadits. Diantara riwayatnya itu; beliau berkata bahwa beliau sholat bersama Rasulullah pada suatu malam. Rasulullah.

Editor: Alber

Labels: , , ,

Thursday, July 10, 2014

Yakjuj Dan Makjuj, Suku Terkejam Sepanjang Sejarah Hidup Manusia

Yakjuj Dan Makjuj
Yakjuj Dan Makjuj
Sumber Gambar: bombastis

Yakjuj Dan Makjuj

Pituluik – Yakjuj dan Makjuj merupakan dua suku yang hidup semenjak rebuan tahun yang lalu. Bagi sahabat pituluik yang beraga islam tentu sudah mengetahui bahwa mereka ini merupakan manusia biasa dan masih keturunan Nabi Adam AS.

Namun kedua kelompok ini yaitunya Yakjuj dan Makjuj diberi sebuah kelebihan oleh Allah SWT yaitu dapat hidup abadi. Yakjuj dan Makjuj adalah manusia-manusia yang tidak memiliki belas kasihan.

Yakjuj Dan Makjuj
Yakjuj Dan Makjuj

Baca Juga:

Mereka terkenal dengan kebringasan dan kekejaman, apa-apa saja yang ada di hadapan mereka akan dihancurkan. Dan semua itu juga dijelaskan di dalam Al-Qur’an,  sampai dengan bagaimana dengan bentuk wajah dan ciri-ciri fisik mereka.

Yakjuj Dan Makjuj
Yakjuj Dan Makjuj
Sumber Gambar: ashabul-muslimin

Bagi sobat yang sering membaca Al-Qur’an tentu sudah mengetahui bagaimana kejamnya kedua bangsa ini. Sehingga pada masa nabi Dzul Qarnain mereka dikurung oleh beliau diantara dua bukit.

Dalam Al-Qur’an dan beberapa Hadist Rasulullah menjelaskan, bahwa mereka akan dilepaskan kelak stepat sebelum hari akhir tiba. Kapan waktunya mereka lepas kita semua tidak akan dapat mengetahuinya, hanya Allah lah yang mengetahui segala hal yang akan terjadi.

Segala kekejaman yang ada di atas dunia ini tidak akan ada yang lebih kejam dari kekejaman yang akan dilakukan oleh Yakjuj dan Makjuj kelak. Oleh sebab itulah mereka disebut juga dengan manusia terkejam dalam sejarah kehidupan manusia, mulai dari diciptakannya nabi adam AS sampai dengan hari kiamat kelak.

Editor: Alber

Labels: , , , ,